Wanita Karier

Kamis09 Januari 201410:05:48 WIB - Kategori : Artikel


Berita Lainnya
  • Menjadi Muslimah yang Baik dan Cerdas
  • Remaja Muslim di Era Modern
  • Pemotongan Hewan Qurban Pada Idul Adha 1434H Pesantren Husnayain Sukabumi
  • Lomba Cerdas Cermat, salah satu kegiatan menyambut Tahun Baru Hijriah 1435
  • Ujian Kasyful Mujam Kelas 6
  • Assalamu`alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

    Puji syukur kita atas nikmat yang telah Allah karuniakan. Semoga Allah dapat menyambung tali siraturahmi dan mengikat tali persaudaraan di antara kita. Allhamdulillah kita bertemu di tempat yang merupakan sebaik-baiknya tempat yaitu di sini di majelis ilmu. Majelis ilmu adalah majelis yang termulia karena di sini orang-orang bersama-sama ingin menjadi orang yang mulia. Allah berfirman:

    Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS.Al Mujadalah:11)

    Shalawat beriring salam tak lupa kita junjungkan kepada baginda Nabi besar Muhammad SAW., yang dengan adanya beliau dapat membenarkan dari akhlak yang jahiliyah menjadi ahlak yang mulia.

    Baiklah berdirinya saya di sini, di FKM-UI, tak lebih hanya akan membagi sedikit ilmu yang telah saya ketahui yang berkenaan tentang;

     Wanita Karier

    Telah kita ketahui, wanita karier adalah wanita yang bekerja terus-menerus mengejar kariernya. Marilah kita sama-sama melihat zaman sekarang ini, banyak wanita  hari ini kerap diekploitasi sebagai komoditas atau produk bisnis, bukan sebagai manusia yang seutuhnya. Baik sebagai obyek iklan, film, dan lain sebagainya. Wanita  yang seperti itu, kini, tak lebih sebagai object for sale. Banyak dari wanita hari ini, berkarier sebagai artis atau mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Dan hal itu sekarang ini menjadi ajang rebutan, berebutuntuk menjadi yang terpopuler atau berebut untuk mendapat gaji yang paling besar, padahal ujungnya hanyalah korupsi. Segala kreativitas dikeluarkan, mulaidari goyang itik, goyang penguin, membuat heboh dunia maya, atau menjadi foto model yang molek dan seksi. Na’udzubillah. Atau bekerja dengan tidak baik dan hanya untuk merebutkan `komisi` di proyek-proyek pemerintahan.

    Menjadi artis atau bekerja di pemerintahan bukan hal yang terlarang dalam Islam. Asal tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, seperti pergaulan yang dilakukan atau cara berpakaian, dan tidak boleh melupakan keluarga. Bila ia mempunyai seorang anak, wajib mendidiknya sehari-hari sehingga menjadi anak yang shaleh. Ia tidak boleh mengabaikan anaknya demi mengejar karier semata. Karena secara fitrah meskipun suami juga berperan dalam mendidik anak tapi peran seorang istri lebih penting karena sebagai pendidik utama, dia yang melahirkan dan menyusui anaknya.

    Hadirin rahimakumullah.

    Islam terlahir ke dunia dengan dibawa oleh manusia pilihan, Nabi Muhammad SAW., di antara yang terpenting adalah memuliakan wanita. Di zaman sebelum Rasulullah SAW diutus, kaum wanita mengalami penindasan bahkan ketingkat yang mengerikan. Di zaman jahiliyah di Arab, para penguasa malu mendapatkan anak perempuan bahkan sebagian keluarga menguburnya hidup-hidup untuk menutupi rasa malu keluarganya. Di zaman Yunani Romawi,wanita dianggap setengah manusia. Sehingga mereka menjadi sah untuk dijadikan persembahan para dewa atau sebagai obyek pelampiasan seks.

    Kemudian Rasullah datang membawa revolusi, mengangkat derajat wanita ke derajat yang paling tinggi bahkan dari laki-laki. Dalam sebuah hadits diceritakan seorang sahabat datang bertanya pada Rasulullah, “Wahai rasulullah! Siapa yang paling dulu harus kita hormati?” Rasulullah pun menjawab,“ibumu” sampai tiga kali barulah, “ayahmu.” Dalam hadist lain dikatakan. “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalehah.” Islamtelah mengangkat wanita ke derajat yang setinggi-tingginya sampai-sampai dalamAl-quran ada sebuah surat yang bernama ”An-Nisaa.” Jadi, janganlah mau untuk wanita sekarang ini direndahkan seperti waktu zaman jahiliyah atau zaman Yunani-Romawi, yang sekarang ini menjadi komoditas atau obyek bisnis semata. Bahkan, sebagaimana sebagian komunitas membolehkan wanita sebagai “obyek  seks”

    Kembali ke masalah wanita karier, jadi, dalam Islam wanita karier bukan hanya yang bekerja di luar rumah, tapidalam rumah pun wanita berkarier dalam mendidik anak-anaknya, melayani suami. Sehingga, keluarga itu menjadi sakinah dan tumbuh di dalamnya anak-anak yang saleh. Itu juga disebut wanita karier yang derajatnya tidak kalah tingginya dalam pandangan Islam dengan wanita yang berkarier di luar rumah. Tentu ini sesuai dengan bakat wanita muslimah itu masing-masing.

    Mudah-mudahan pidato yang sayasampaikan bermanfaat bagi kita sekalian. Dengan upaya menjadikan keluarga dan bangsa Indonesia ini menjadi masyarakat yang adil dan makmur.

    Hadirin rahimakumullah.

    Hidup ini lelah, keras dan sangat membosankan. Tapi, semua itu bisa hilang apabila ada Allah di hati kita, dan kita dapat mencintai Allah dengan tulus, sehingga Allah pun tak henti menurunkan kasih sayangNya.

    Mungkin cukup sekian dari saya dan janganlah kita lupa bersyukur menjadi seorang muslimah yang sejati. Hiduplah yang bermanfaat untuk agama, orang lain dan bangsa.

    Terima kasih sebanyak-banyaknya, apabila ada kesalahan itu dari saya sendiri dan apabila ada kelebihan tak lain itu dari Allah semata. Billahit taufik wal hidayah.

     

    Wassalamualaikumwarahmatullahi wa barakatuhu.

     

    Nama    : Nafisa Ulfa

    Kelas     : 5 / XI

    Sekolah : (SMA) Pesantren Husnayain, Sukabumi

    *Tulisan ini merupakan naskah pidato pada Lomba Pidato Festifal Muslimah FKM UI, 1 Mei 2013

     

    Dikunjungi oleh : 270288 user Pengunjung hari ini : 123 Total pengunjung : 105415 Hits hari ini : 175 Total Hits : 270288 Pengunjung Online : 2