Remaja Muslim di Era Modern

Kamis09 Januari 201410:02:45 WIB - Kategori : Artikel


Berita Lainnya
  • Pemotongan Hewan Qurban Pada Idul Adha 1434H Pesantren Husnayain Sukabumi
  • Lomba Cerdas Cermat, salah satu kegiatan menyambut Tahun Baru Hijriah 1435
  • Ujian Kasyful Mujam Kelas 6
  • Para santriah saat melakukan kegiatan Perkemahan Kamis-Jum'at (PERKAJUM) 1434H
  • Persembahan Santri pada acara Panggung Gembira
  • Yang terhormat para dewan juri,
    Yang terhormat para pembicara,
    Dan kawan-kawanku yang aku cintai,

    Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullah wa barokaatuh

    Untuk mengawali pidato saya, marilah kita bersama-sama memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah swt., yang telah melimpahkan nikmatnya kepada kita semua, sehingga kita tidah mampu menghitungnya. Shalawat dan salam semoga tetap atas junjungan nabi kita, Muhammad saw., yang telah menjadi utusan Allah untuk menyampaikan berita gembira dan peringatan, serta nikmat bagi ummat manusia di dunia ini.

    Kemudian tidak lupa saya ucapkan banyak terimakasih kepada pembawa acara yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pidato di hadapan saudara-saudara sekalian dengan mengambil sebuah judul:

    Remaja Muslim di Era Modern

    Ketahuilah saudara-saudara sekalian, bahwa ummat islam adalah ummat yang besar dan agung. Ummat yang disucikan dalam al-Quran dan dimuliakan. Maka dijadikannya sebagai ummat tengah-tengah yang mengawali perjalanan hidup manusia, dan memperlihatkan bagaimana cara manusia menimbang, membenarkan yang benar, dan menyalahkan yang batil. Allah meninggikan derajat ummat islam, dan menjadikan sebaik-baiknya ummat, yang dilahirkan untuk manusia tetapi tidak akan menjadikan ummat yang baik kecuali menjalankan syariat-syariat Islam dengan baik dan benar.

    Saudara sekalian, semoga Allah selalu membimbing kita semua dan selalu berada di jalanNya yang lurus. Karena saat ini banyak  orang yang menyimpang dari dasar agama dan keluar dari derajat yang diberikan oleh Allah kepadanya. Maka sungguh, mereka saat ini menjadi orang yang tidak mengerti akan kemampuan dirinya dan menjadi terhina, apalagi wanita yang justru tidak malu untuk membuka aurat, padahal itulah yang harus mereka jaga dengan baik-baik. Wanita sekarang lebih memilih sebagai model rambut yang pasti akan membuka auratnya, daripada menjadi seorang mubalighah atau ustazah.

    Perumpamaan wanita-wanita yang tidak menutup auratnya seperti pakaian yang dihargai murah dan bisa dipilah-pilih oleh orang-orang. Tetapi, jika wanita yang menutup aurat, mereka terjaga dan diperumpamakan seperti permata yang disegel dan tak boleh siapapun untuk menyentuhnya

    Saudara sekalian, marilah ingat-ingat kembali firman Allah yang artinya

    “dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangan dan memelihara kemaluannya” (QS. An-Nur: 31)

    Dari ayat di atas kita tahu bahwa kita sebagai muslimah harus menjaga pandangan dan kemaluan kita. Namun wanita sekarang telah melupakan ayat itu. Marilah kawan-kawan sekalian, kita kembali pada jalan yang lurus, yang diridhoi Allah yang menciptakan kita dengan selembut-lembutnya.

    Cukup sekian dari saya
    Lihatlah apa yang dikatakan
    Jangan melihat siapa yang mengatakan

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

     

    Nama     : Nirwanti
    Kelas       : 4 TMI / X SMA
    Sekolah : (SMA) Pesantren Husnayain, Sukabumi

    *Naskah pidato ini telah dibawakan pada Lomba Pidato Festival Muslimah FKM UI, Sabtu, 1 Mei 2013.

     

    Dikunjungi oleh : 249347 user Pengunjung hari ini : 16 Total pengunjung : 97167 Hits hari ini : 38 Total Hits : 249347 Pengunjung Online : 1